Jokowi Tekankan Pentingnya Sistem Peringatan Dini Bencana

Jokowi Tekankan Pentingnya Sistem

kartu66.bandarapi.net , Jokowi Tekankan Pentingnya Sistem Peringatan Dini Bencana – Presiden Joko Widodo atau Jokowi membuka rapat koordinasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) se-Indonesia di Jatim Expo, Surabaya, Jawa Timur. Pembukaan ditandai dengan dipukulnya kentongan oleh Presiden Jokowi dan Kepala BNPB Letjen Doni Monardo.

Di kesempatan ini, Hal ini mengingat Indonesia berada dalam daerah rawan bencana.

Kendati begitu,  sistem peringatan dini tetap harus melibatkan para akademisi dan pakar kebencanaan untuk meneliti titik-titik rawan bencana. Dia berharap nantinya BNPB dapat mensosialisasikan peringatan dini bencana ini kepada masyarakat.BandarQ

Jokowi Tekankan Pentingnya Sistem

“Meneliti, mengkaji, menganalisis potensi-potensi bencana yang kita miliki. Supaya kita mampu memprediksi ancaman dan dapat mengantisipasi serta mengurangi dampak bencana,” jelas Jokowi di lokasi, Sabtu (2/2/2019).

“Itu kalau sudah pakar-pakar berbicara, ya disosialisasikan kepada masyarakat. Bisa lewat pemuka-pemuka agama, bisa lewat Pemda. Ini penting sekali,” sambung dia.

Sementara itu, Doni Monardo menambahkan bahwa salah satu tujuan rapat koordinasi ini untuk melakukan pendalaman sistem informasi tentang ancaman berbagai jenis bencana oleh para pakar, ahli dan peneliti.

“Tim dari berbagai pakar, ahli dan peneliti ini merupakan tim intelijen kebencanaan, yang nantinya akan diketuai oleh Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB.” ucapnya.

Rakornas BNPB 2019 ini bertema ‘Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita’. Acara ini dihadiri oleh ribuan peserta dan tamu undangan mulai dari gubernur, bupati, wali kota, Bappeda, Ketua Komisi VIII DPR RI, Kepala BPBD se-Indonesia, hingga para Kapolda.

4 Tahun Saya Dihina dan Difitnah, Saya Sabar

Presiden Jokowi bertemu KH Maemoen Zubair atau Mbah Moen di Ponpes Al-Anwar Rembang Jawa Tengah. Didepan Mbah Moen dan para santri, Jokowi juga curhat bahwa selama empat tahun ‎ini dirinya selalu dimaki, dihina serta difitnah.

Saya sudah 4 tahun ini entah direndahkan dimaki dihina, difitnah. Saya diem saja. Sabar, sabar ya Allah, sabar,” kata Jokowi di Ponpes Al-Anwar Rembang Jawa Tengah, Jumat, 1 Januari 2019.

Jokowi selalu menerapkan prinsip sabar dan diam. Namun, menurut dia semua tuduhan itu perlu untuk dijawab dan diluruskan.

“Masa 4 tahun dibilangin PKI, ya saya diem. Lalu saya dibilang anti ulama, kriminalisasi ulama. Masa saya diem. Bagaimana saya anti ulama, tiap minggu saya masuk pondok pesantren,” ujar dia.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga meluruskan fitnah tentang anti ulama yang dihadapkan kepadanya. Jokowi mengatakan bahwa dalam setikap kunjungan kerjanya, dia selalu berailaturahmi ke Ponpes.

“Hari Santri 22 oktober itu siapa yang tanda tangan Kepresnya? Masa anti ulama tanda tangan hari santri. Logikanya harus kita pakai. Kalau‎ kata Cak Lontong, mikir…mikir…mikir,” ucap dia.

 

Author: Xean

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *